Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mendapatkan IPK Tinggi dalam Perkuliahan

Nilai IPK yang tinggi dan meningkatkan IP di setiap semester adalah suatu hal yang menjadi salah satu tujuan mahasiswa di dalam menempuh pendidikannya.
Sumber : pixabay
Mendapatkan suatu nilai yang tinggi dalam pendidikan menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi setiap orang. Tak hanya itu, memiliki nilai yang tinggi tentunya membuat seseorang menjadi lebih percaya diri. Namun, memiliki nilai yang tinggi juga harus diimbangi dengan usaha yang besar pula. Banyak orang yang melakukan cara curang untuk mendapat nilai tinggi tersebut, seperti dengan mencontek salah satunya.Cara-cara curang untuk mencapai suatu hasil yang yang maksimal akan berdampak pada masa depannya nanti. Orang yang biasa melakukan kecurangan, nantinya dalam dunia kerja akan terbiasa menghalalkan segala untuk mencapai tujuannya.

Berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pendidikan pastinya sangat bisa dilakukan dengan cara yang halal atau cara yang merupakan usaha keras seseorang dalam belajarnya. Semakin tinggi suatu pendidikan, maka usaha seseorang dalam belajarnya pun harus ditingkatkan. Semakin tinggi pendidikan seseorang pastinya akan berpikiran bahwa jika ingin mendapatkan nilai yang bagus harus diimbangi dengan belajar. Semakin tinggi pula tingkat pendidikan seseorang pasti akan berpikiran bahwa melakukan cara yang tidak baik dalam mendapatkan suatu nilai adalah suatu perbuatan yang tidak dapat membuatnya puas walaupun hasilnya bagus.

Tingkat pendidikan yang paling tinggi di Indonesia adalah universitas atau perguruan tinggi. Mereka yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas ini disebut dengan mahasiswa dan dimana mahasiswa merupakan generasi muda penerus bangsa yang digadang-gadang menjadi agen perubahan bangsa untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. 

Namun, menjadi seorang mahasiswa tidak lah mudah, tuntutan nilai yang bagus agar dapat memudahkan dalam meraih kerja adalah sebuah tanggungan yang harus dicapai. Target IPK 4.0 menjadi target tertinggi yang kebanyakan mahasiswa inginkan. IPK adalah rata-rata nilai yang  didapat dari hasil belajarnya selama berkuliah atau dengan kata lain jika ini diibaratkan dengan masa SMA, IPK sama dengan rata-rata raport.

Dengan mempunyai IPK 4.0 berarti seseorang mendapatkan nilai yang sempurna. Biasanya mereka yang mendapatkan IPK tinggi akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke pendidikan S2 atau biasanya mereka akan mudah dalam mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. 

Cara Mendapatkan IPK Tinggi dan Meningkatkan IP

Untuk mendapatkan IPK yang tinggi pun ada berbagai tips ataupun triknya. Sebagai mahasiswa pastinya harus mampu memanfaatkan segala sesuatu yang ada agar mendapatkan hasil yang maksimal dan tentunya halal dilakukan. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk dapat mendapatkan IPK yang tinggi dan bagaimana meningkatkan IP agar menjadi lebih baik.

1. Aktif di Dalam Kelas

Sumber : pixabay
Menjadi seorang mahasiswa tentunya harus memiliki keaktifan di dalam kelas. Aktif disini tidak diartikan sebagai mahasiswa yang bermain sendiri di dalam kelas, melainkan mahasiswa yang mau berpendapat di dalam kelas ataupun bertanya mengenai materi yang sedang dipelajari. Biasanya mahasiswa yang seperti ini akan lebih dikenal oleh dosen dan hal ini akan mendongkrak pada pemberian nilai oleh setiap dosen. Terkadang ada dosen yang memberikan nilai bergantung pada kedekatan atau tingkat interaksi  dengan mahasiswanya.
  • Memanfaatkan diskusi dengan memberikan pendapat bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk bisa mendapatkan nilai. Namun terrkadang dalam suatu diskusi, tidak semua mahasiswa untuk memberikan pendapatnya. Jadi maksimalkan setiap adanya diskusi untuk memperoleh nilai.
  • Memberikan kemampuan terbaik dalam presentasi juga menjadi cara yang biasanya dosen lakukan untuk memberikan nilai kepada mahasiswanya. Semakin bagus dalam penyampaian presentasi maka semakin bagus pula dosen memberikan nilai. Untuk itu seorang mahasiswa harus memiliki kepercayaan diri agar hasil presentasinya bagus dihadapan dosen dan teman-teman kelas.
Bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri? Baca disini!

2. Maksimalkan Materi yang di Kuasai

Sumber : pixabay
Mungkin hal ini berlaku universal atau umum bagian setiap orang yang menempuh pendidikan. Apabila mereka mampu menguasai materi yang sedang diajarkan, pasti nantinya akan memudahkan dalam mengerjakan soal-soal ujian. Seorang mahasiswa harus bisa menguasai materi yang sedang dipelajarinya. Terkadang setiap dosen memiliki cara mengajarnya masing-masing, ada yang melalui presentasi kelompok, ada yang melalui penjelasan dari dosennya sendiri, dan ada pula yang melalui pemberian tugas. Sehingga seorang mahasiswa harus sebisa mungkin menyesuaikan dengan pola ajar yang dilakukan oleh dosennya. Sehingga nantinya ketika pembelajaran dengan model yang berbeda-beda, mahasiswa akan lebih mudah menguasainya.
  • Memaksimalkan mata kuliah yang sekiranya dosennya itu murah dalam pemberian materi atau dengan kata lain tidak pelit nilai. Biasanya dosen yang pelit nilai, mau semaksimal mungkin dalam belajar nilai tetap akan kecil atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
  • Maksimalkan materi pada mata kuliah yang memiliki SKS besar. Biasanya setiap matkul SKS terdiri dari 2 dan 3 SKS. Maka maksimalkan pada materi yang memiliki 3 SKS. Hal ini dikarenakan dalam pembobotan secara keseluruhan nantinya akan memiliki pengaruh nilai yang lebih besar di mata kuliah yang 3 SKS tersebut.

3. Kerjakan Tugas/Ulangan Semaksimal Mungkin

Sumber : pixabay
Di dalam suatu mata kuliah biasanya terdapat suatu kontrak pembelajaran dengan beberapa komponen nilai yang nantinya digunakan untuk pembobotan dalam matkul tersebut. Biasanya ada nilai keaktifan, nilai tugas/ulangan, kehadiran, UTS dan UAS. Dari beberapa komponen tersebut ada prosentasenya masing-masing dan yang paling besar biasanya di nilai UTS dan UAS. Setelah itu nilai tugas/ulangan dan sampai yang terkecil biasanya nilai kehadiran.

Berbicara mengenai nilai tugas/ulangan, dapat dilihat bahwa nilai tugas/ulangan memiliki peranan yang begitu penting dalam sebuah nilai dalam setiap mata kuliah dengan dibuktikan memiliki komponen tertinggi kedua setelah UTS dan UAS. Biasanya setiap dosen akan memberikan tugas/ulangan ketika setelah materi yang diberikan telah selesai. Kenapa bobot nilai yang diberikan kepada tugas/ulangan begitu besar, hal ini dikarenakan untuk mengukur kemampuan mahasiswanya mengenai materi yang telah diajarkan. Apakah mereka sudah paham atau belum. Maka dari itu, mahasiswa harus mampu memahami materi dan memaksimalkan tugas/ulangan yang diberikan oleh dosennya.
  • Ketika mengerjakan tugas usahakan kerja sama dengan teman. Maksudnya di sini adalah mengerjakan bersama namun tetap dengan jawaban masing-masing, sehingga nantinya ketika ada hal yang belum dipahami bisa ditanyakan kepada teman yang sudah paham mengenai materi yang diberikan oleh dosen.
  • Ketika ulangan usahakan kerjakan sendiri dengan kemampuan diri sendiri. Mengerjakan soal ulangan secara mandiri tanpa bekerja sama dengan teman nantinya seorang mahasiswa bisa tahu seberapa jauh kemampuan dirinya mengenai materi yang telah diajarkan oleh dosennya. Hal ini juga akan berdampak pada mengerjakan UTS atau UAS nantinya. Mereka yang terbiasa mengerjakan ulangan dengan kemampuannya sendiri akan dilakukan juga ketika UTS atau UAS. Dan pastinya mereka akan belajar dengan semaksimal mungkin agar hasilnya lebih maksimal pula.

4. Kerjakan UTS dan UAS dengan Maksimal

Sumber : pixabay
Seperti yang telah diketahui bahwa bobot nilai pada UTS dan UAS adalah yang paling besar dalam sebuah kontrak pembelajaran. Sehingga seorang mahasiswa harus memaksimalkan nilai UTS dan UASnya. Apabila dalam proses pembelajaran, seorang mahasiswa mampu memahami materinya, maka nantinya akan memudahkan dalam mengerjakan soal-soal UTS ataupun UAS nya. Dalam berbagai kasus terkadang ada mahasiswa yang nilai tugasnya lebih besar, namun nilai UTS/UAS nya kecil. Hal ini akan kalah dengan mahasiswa yang memiliki nilai UTS/UASnya lebih tinggi daripada tugasnya. Jadi, memaksimalkan nilai UTS dan UAS begitu penting dalam ketercapaian IPK yang tinggi.

5. Bersikap Baik dan Dekat dengan Dosen

Sumber : pixabay
Sikap yang baik dan ramah di mata dosen biasanya akan mendongkrak nilai bagi setiap mahasiswa. Terkadang ada dosen yang memperhatikan penampilan anak didiknya dalam memberikan nilai dalam setiap pertemuan mata kuliahnya. Dengan adanya sikap yang itulah nanti seorang mahasiswa akan lebih dikenal oleh dosennya dan lebih akrab dengannya. Ini biasanya adalah trik yang dilakukan oleh para mahasiswa untuk merayu para dosennya agar diberikan nilai yang lebih baik dari mahasiswa lain. Selain itu, dengan akrab dengan dosen biasanya mahasiswa tersebut akan lebih dipilih ketika mengajukan pendapatan ataupun bertanya.

6. Hadir dalam Setiap Pertemuan

Sumber : pixabay
Sebagai seorang mahasiswa tentunya sudah beda dengan anak-anak SMA. Biasanya ketika SMA, jika ada anak yang tidak datang pasti akan dicari oleh gurunya untuk masuk. Tapi ketika mahasiswa jika ada mahasiswa yang hadir dalam pembelajaran, seorang dosen tak akan mempedulikannya. Hal ini dikarenakan semakin dewasa orang maka akan berpikir bahwa siapa yang butuh ilmu maka orang itulah yang harus datang. Seorang dosen hanyalah menjalankan profesinya sedangkan mahasiswanya lah yang membutuhkan ilmunya. Jadi, seorang mahasiswa harus hadir dengan kesadaran sendiri bahwa dirinya membutuhkan ilmu dari dosennya. 

Dalam kuliah setiap mahasiswa berhak untuk tidak hadir dalam kelas dan itupun ada batasannya jika ingin tetap mengikuti ujian. Biasanya 70% kehadiran dari jumlah total pertemuan. Namun, meskipun dikasih "jatah" untuk tidak hadir dalam suatu perkukiahan, mahasiswa lebih memilih untuk tetap hadir dalam suatu perkuliahan. Untuk mereka yang tidak hadir dalam suatu perkuliahan biasanya digunakan untuk hal yang benar-benar penting ataupun darurat seperti sakit, menghadiri acara tertentu dan sebagainya. Para mahasiswa tahu bahwa ketika tidak mengikuti sebuah perkuliahan akan berdampak pada ketidakpahaman akan materi yang telah disampaikan dalam perkuliahannya. Sehingga kehadiran dalam suatu perkuliahan itu sangat penting karena ini akan berdampak pada penguasaan materi dan berlanjut pada tugas ataupun ujian seperti UTS dan UAS nantinya.

7. Mengulang Mata Kuliah

Sumber : pixabay
Jika seorang mahasiswa mendapatkan nilai yang jelek pada matkul tertentu, nantinya mahasiwa tersebut boleh mengulangnya agar nantinya bisa mendapatkan nilai yang lebih baik. Biasanya mahasiswa yang mengulang adalah mereka yang mendapatkan nilai C, D, dan E. Namun terkadang ada juga mahasiswa yang mengulang ketika mendapatkan nilai B ataupun AB. Biasanya mereka adalah anak yang selalu ambisius untuk mendapatkan nilai yang lebih baik daripada hasil sebelumnya. Memperbaiki sebuah nilai tidak ada salahnya karena dengan memperbaiki nilai yang jelek akan memberikan peluang untuk meningkatkan nilai tersebut. 

Namun kekurangan dari mengulang mata kuliah adalah tidak bisa mendapatkan cumlaude meskipun nilainya masuk kriteria cumlaude. Jadi, ketika hendak mengulang suatu matkul harus dipikirkan dulu apakah mengulang matkul akan memperbaiki nilainya ataukah menurunkannya. Hal ini karena meski sudah tahu bahwa ketika mengulang tidak akan mendapatkan predikat cumlaude ketika nilai IPKnya tinggi, setidaknya dengan mengulang bisa untuk memperbaiki nilai suatu matkul yang jelek tadi.


Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa untuk mendapatkan IPK yang tinggi dan bagaimana caranya meningaktkan IP agar menjadi lebih baik. Tips yang diberikan diatas tidak beradasarkan urutan mana yang terpenting karena jika salah satu tips bisa dilakukan dengan baik maka akan memudahkan untuk melakukan tips yang lainnya. Dengan kata lain antara salah satu tips dengan yang lainnya memiliki hubungan yang saling berkaitan.